Desem Posting Komentar. Kembali lagi bersama Kumpulan Soal 77, tepat pada artikel kali ini kami akan membagikan sebuah Soal Pilihan Ganda Akuntansi beserta Jawabannya. Soal berikut ditujukan untuk Anda yang sedang mengambil mata pelajaran Ekonomi baik Akuntansi. Dari banyaknya materi Akuntansi dibuatlah menjadi 50 soal pilihan ganda Simakpenjelasan tentang aktivitas operasi dan contohnya berikut ini. Aktivitas operasi yang optimal bisa meningkatkan arus kas dan memperbaiki kinerja keuangan perusahaan. Pengertian Aktivitas Operasi. Operating activities atau aktivitas operasi adalah aktivitas atau kegiatan perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan Evaluasimemiliki beberapa macam fungsi yang dapat dijabarkan sebagai berikut: Fungsi Pengukuran Keberhasilan; Mengukur keberhasilan sebuah kegiatan atau program merupakan fungsi evaluasi yang paling utama. Pengukuran tingkat keberhasilan dilakukan pada berbagai komponen, termasuk metode yang digunakan, penggunaan sarana, dan pencapaian tujuan. SaldoNormal Kredet adalah klasifikasi terhadap suatu kode perkiraan (Akun) yang merupakan salah satu dari prinsip pembukuan berpasangan, dan menunjukkan bertambahnya modal dan kewajiban di posisi kredit. Yang bukan termasuk sumber dana dalam perusahaan. Jenis akun bersaldo normal kredit. Asset/ Harta --> POSISI NORMAL DI DEBIT. a. 1 pH Netral. Tanah dengan pH netral berada pada angka 6,5 hingga 7,8. Tingkat keasam-basaan ini merupakan pH ideal dengan kandungan senyawa organik, mikroorganisme, unsur hara dan mineral-mineral dalam kondisi yang optimal. Biasanya tanah ber-pH netral cocok digunakan untuk bercocok tanam. EKMA4116. Multi-choice. 1.Definisi Organisasi adalah A. sebagai sekelompok orang yang bekerja sama, berkoordinasi, untuk mencapai tujuan tertentu. B. sebagian orang yang bekerja untuk tujuan tertentu. C. bersifat bisnis dengan tujuan tertentu. D. sebagai perusahaan yang bersifat bisnis dengan tujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya Yangterakhir, yaitu untuk mengetahui taksiran serta estimasi sebuah barang dan jasa dengan akurat. Dengan begitu maka dapat negara mendapatkan data yang akurat terkait taksiran dan estimasi nilai barang dan jasa. Manfaat dari Menghitung GDP. Berikut ini manfaat yang bisa didapatkan dengan menghitung GDP Indonesia diantaranya: 1. 8P1ZZQL. Pengertian Pengukuran Dalam Fisika, Pengukuran didefinisikan sebagai berikut Pengukuran adalah kegiatan membandingkan nilai besaran yang diukur dengan besaran lain yang sejenis yang telah ditetapkan sebagai satuan Maksud dari definisi tersebut adalah misalkan kita sedang mengukur panjang buku menggunakan penggaris, berati kita sedang membandingkan panjang buku dengan panjang penggaris tersebut dimana penggaris adalah alat ukur besaran panjang yang sudah ditetapkan sebagai satuan di dalam penggaris terdapat skala m, cm, atau inch. Jenis-Jenis Pengukuran Dalam proses pengukuran besaran dalam fisika, ada beberapa jenis-jenis pengukuran, yaitu 1. Berdasarkan Metode Pengukuran Berdasarkan metode pengukuran, jenis pengukuran dibedakan menjadi 2 yaitu A. Pengukuran Langsung Pengukuran langsung adalah proses pengukuran dengan memakai alat ukur langsung dimana hasil pengukuran langsung terbaca pada alat ukur tersebut. Contohnya ketika kita mengukur panjang buku dengan mistar, berarti kita melakukan pengukuran langsung karena hasil pengukuran panjang buku terbaca langsung pada skala mistar tersebut. B. Pengukuran Tidak Langsung Pengukuran tidak langsung adalah proses pengukuran suatu besaran dengan cara mengukur besaran lain. Pada pengukuran tidak langsung, digunakan beberapa jenis alat ukur, dan hasil pengukuran nantinya merupakan hasil operasi bisa pembagian/perkalian dari hasil pengukuran alat-alat ukur tersebut. Misalkan untuk mengukur kecepatan gerak suatu benda, maka besaran-besaran yang harus kita ukur adalah panjang dan waktu v = s/t. Jadi alat ukur yang digunakan adalah alat ukur panjang seperti penggaris/rollmeter dan alat ukur waktu seperti stopwatch. Dan hasil pengukuran nantinya dalah hasil pengukuran penggaris/rollmeter dibagi hasil pengukuran stopwatch. 2. Berdasarkan Banyaknya Pengukuran A. Pengukuran Tunggal Pengukuran tunggal adalah pengukuran yang hanya dilakukan satu kali. Pengukuran tunggal dilakukan jika - Besaran yang diukur tidak berubah-ubah, sehingga hanya dengan pengukuran tunggal, hasil pengukuran dianggap cukup akurat - Kesempatan untuk melakukan pengukuran hanya satu kali. B. Pengukuran Berulang Pengukuran berulang adalah pengukuran yang dilakukan berkali-kali. Pengukuran tunggal dilakukan karena - Pengukuran tunggal memberikan hasil yang kurang teliti - Hasil Pengukuran tunggal lebih mendekati nilai yang sebenarnya Macam-Macam Alat Ukur Besaran Fisika Alat Ukur Besaran Panjang Alat-alat ukur yang dipakai untuk mengukur panjang suatu benda antara lain mistar, rollmeter, jangka sorong dan mikrometer sekrup 1. Mistar Mistar/penggaris biasanya digunakan untuk mengukur panjang benda yang tidak terlalu panjang. Misalnya untuk mengukur panjang meja, buku, pensil dan sebagainya. Tingkat ketelitian mistar adalah 0,5 mm. Gambar Mistar 2. Rollmeter Rollmeter merupakan alat ukur panjang yang dapat digulung dengan panjang 25-50 meter. Rollmeter ini biasanya dipakai oleh tukang bangunan atau pengukur jalan. Ketelitian pengukuran dengan rollmeter adalah 0,5 mm. Gambar Rollmeter 3. Jangka Sorong Jangka sorong adalah alat yang digunakan untuk mengukur panjang, kedalaman, tebal, kedalaman lubang, dan diameter baik diameter luar maupun diameter dalam suatu benda. Jangka sorong memiliki tingkat ketelitian 0,1 mm Gambar Jangka Sorong 4. Mikrometer Sekrup Mikrometer sekrup merupakan alat ukur ketebalan benda yang relatif tipis seperi kertas, seng dan karbon. Mikrometer sekrup memiliki tingkat ketelitian sebesar 0,01 mm. Gambar Mikrometer Sekrup Alat Ukur Besaran Massa 1. Neraca Analitis Dua Lengan Neraca ini berguna untuk mengukur massa benda seperti emas, batu, kristal benda dan sebagainya. Tingkat ketelitian neraca analitis dua lengan adalah 0,1 gram. Gambar Neraca Dua Lengan 2. Neraca Lengan Gantung Neraca lengan gantung biasanya digunakan untuk mengukur massa yang relatif besar seperti massa 1 karung beras, jagung dan sebagainya. Cara menggunakan neraca ini adalah dengan menggeser-geser beban pemberat di sepanjang batang neraca. Gambar Neraca Lengan Gantung 3. Neraca Ohauss Neraca ini berguna untuk mengukur massa benda atau logam dalam praktek laboratorium. Beban maksimal yang mampu ditimbang menggunakan neraca ini adalah 311 gram. Batas ketelitian neraca Ohauss adalah 0,1 gram Gambar Neraca Ohauss 4. Neraca Pegas Neraca pegas sering disebut dinamometer berfungsi untuk mengukur massa dan atau berat benda. Neraca ini memiliki dua skala, yaitu skala N newton untuk mengukur berat dan skala g gram untuk mengukur massa. Gambar Neraca Pegas 5. Neraca Digital Neraca digital atau neraca elektronik ini di dalam penggunaannya sangat praktis karena besar massa benda yang diukur langsung terbaca pada layar. Ketelitian neraca digital ini sampai dengan 0,001 gram. Gambar Neraca Digital Alat Ukur Besaran Waktu 1. Arloji Pada umumnya alat ukur waktu ini memiliki tingkat ketelitian 1 detik Gambar Arloji 2. Stopwatch Stopwatch biasanya digunakan untuk mengukur waktu dalam kegiatan olahraga atau dalam praktik penelitian. Tingkat ketelitian alat ukur ini adalah 0,1 detik Gambar Stopwatch 3. Penunjuk Waktu Elektronik Tingkat ketelitian alat ukur ini mencapai 1/1000 detik. Gambar Penunjuk Waktu Elektronik 4. Jam Atom Cesium Dibuat dengan tingkat ketelitian 1 detik tiap tahun, artinya kesalahan pengukuran kira-kira 1 detik dalam kurun waktu tahun. Gambar Jam Atom Alat Ukur Besaran Arus Listrik Alat untuk mengukur kuat arus listrik disebut amperemeter. Ampere meter mempunyai hambatan dalam yang sangat kecil, pemakaiannya harus dihubungkan secara seri pada rangkaian yang diukur, sehingga jarum menunjuk angka yang merupakan besarnya arus listrik yang mengalir. Gambar Ampere meter Alat Ukur Besaran Suhu Untuk mengukur suhu suatu sistem umumnya menggunakan termometer. Termometer dibuat berdasarkan prinsip pemuaian. Termometer biasanya terbuat dari sebuah tabung pipa kapiler tertutup yang berisi air raksa yang diberi skala. Ketika suhu bertambah, air raksa dan tabung memuai. Pemuaian yang terjadi pada air raksa lebih besar dibandingkan pemuaian pada tabung kapiler. Naiknya ketinggian permukaan raksa dalam tabung kapiler dibaca sebagai kenaikan suhu. Gambar Termometer Demikianlah artikel tentang pengertian dan jenis-jenis pengukuran serta alat-alat ukur besaran fisika. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Terimakasih atas kunjungannya dan sampai jumpa di artikel selanjutnya. PertanyaanKegiatan berikut yang merupakan kegiatan pengukuran adalah ...Kegiatan berikut yang merupakan kegiatan pengukuran adalah ... Mia menentukan panjang meja dengan mistar. Joni menentukan jumlah kelerengnya. Uding menghitung banyak uangnya. Tomy menghitung jumlah halaman buku. Redi menghitung jumlah mobil yang melalui lewat jalan tol. Jawabanpilihan jawaban yang tepat adalah jawaban yang tepat adalah A. PembahasanBerdasarkan definisi pengukuran, pengukuran adalah proses membandingkan suatu besaran dengan besaran lain yang memiliki suatu satuan. KegiatanMia menentukan panjang meja dengan mistar merupakan kegiatan membandingkan besaran panjang meja dengan suatu besaran yang ada pada mistar dengan satuan tertentu. Kegiatan yang merupakan pengukuran adalah Mia menentukan panjang meja dengan mistar. Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah definisi pengukuran, pengukuran adalah proses membandingkan suatu besaran dengan besaran lain yang memiliki suatu satuan. Kegiatan Mia menentukan panjang meja dengan mistar merupakan kegiatan membandingkan besaran panjang meja dengan suatu besaran yang ada pada mistar dengan satuan tertentu. Kegiatan yang merupakan pengukuran adalah Mia menentukan panjang meja dengan mistar. Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah A. Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!579Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal! 1. Alat-alat berikut yang termasuk dalam alat ukur presisi adalah …. a. jangka sorong b. jangka kaki c. jangka bengkok d. jangka orleon e. mistar ukur Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah a. jangka sorong 2. Perhatikan gambar berikut! Alat di atas dinamakan a. mikrometer b. jangka sorong c. dial indicator d. mistar baja e. mistar geser Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah b. jangka sorong 3. Alat ukur yang biasa digunakan operator mesin yang dapat mengukur panjang sampai dengan 200 mm adalah .... a. jangka sorong b. mikrometer c. dial indicator d. mistar baja e. mistar geser Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah a. jangka sorong 4. Perhatikan gambar di bawah ini!Pada gambar di atas merupakan pembacaan jangka sorong untuk ketelitian ... mm a. 0,03 b. c. 0,05 d. 0,06 e. 0,07 Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah c. 0,05 5. Bagian mikrometer yang berfungsi sebagai peraba halus untuk meyakinkan bahwa spindle sudah menyentuh benda kerja adalah ... a. anvil b. outer sleeve c. lock clamp d. ratchet e. skala nonius Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah d. ratchet 6. Gambar di bawah ini berfungsi untuk .... a. mengukur diameter luar b. mengukur diameter dalam c. memutar spindle d. mengukur kedalaman e. pembanding Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah b. mengukur diameter dalam 7. Gambar di bawah ini berfungsi untuk .... a. mengukur diameter luar b. mengukur diameter dalam c. memutar spindle d. mengukur kedalaman e. mengunci spindle Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah d. mengukur kedalaman 8. Alat ukur pada gambar di bawah ini berfungsi .... a. mengukur diameter luar b. mengukur diameter dalam c. memutar spindle d. mengukur kedalaman e. sebagai pembanding Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah e. sebagai pembanding 9. Gambar di bawah ini merupakan tahapan pengukuran menggunakan dial indicator pada tahap .... a. memeriksa eksentrisitas b. memeriksa kebulatan poros c. memeriksa kesejajaran bidang d. pemeriksaan besar sudut e. mengukur panjang Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah c. memeriksa kesejajaran bidang 10. Gambar dibawah ini menunjukkan ukuran …. a. 7,84 mm b. 7,54 mm c. 7,34 mm d. 5,27 mm e. 7,34 mm Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah e. 7,34 mm 11. Gambar dibawah ini yang merupakan tahapan pengukuran menggunakan dial indicator pada tahap …. a. Memeriksa eksentrisitas b. Memeriksa kebulatan poros c. Memeriksa kesejajaran bidang d. Pemeriksaaan besar sudut e. Mengukur panjang Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah b. Memeriksa kebulatan poros 12. Gambar dibawah ini merupakan tahapan pengukuran menggunakan nilai dial indicator pada tahap a. Memeriksa eksentrisitas b. Memeriksa kebulatan poros c. Memeriksa kesejajaran bidang d. Pemeriksaan besar sudur e. Mengukur panjang Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah a. Memeriksa eksentrisitas 13. Berikut merupakan fungsi dari alat pada gambar di bawah ini, kecuali, a. Mengukur ketebalan benda kerja b. Mengukur diameter luar benda -benda silindris c. Mengukur ketebalan silinder d. Mengetahui kesejajaran dua permukaan bidang pada sebuah bend akerja e. Mengukur diameter dalam benda-benda silindris Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah e. Mengukur diameter dalam benda-benda silindris 14. Gambar yang menunjukkan meteran gulung adalah... a . b c d e 15. Bagian yang ditunjukkan oleh angka 2 pada gambar dibawah ini berfungsi untuk …. a. Mengukur ketebalan b. Mengukur kedalaman c. Mengukur diameter luar d. Mengukur diameter dalam e. Mengukur skala nonius Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah d. Mengukur diameter dalam 16. Perhatikan gambar di bawah ini ... Alat tersebut berfungsi untuk a. mengukur kedalaman b. mengukur ketinggian c. mengukur diameter dalam d. mengukur diameter luar e. mengukur ketebalan Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah e. mengukur ketebalan 17. Apa yang dimaksud dengan pengukuran presisi? Pengukuran presisi adalah pengukuran yang dilakukan dengan alat yang memiliki ketelitian tinggi sampai dengan mikron. 18. Apakah perbedaan fungsi jangka bengkok dan jangka kaki? Jangka bengkok berfungsi sebagai mal atau untuk mengukur ukuran luar, di antaranya ketebalan benda kerja, diameter luar benda-benda silindris, kesejajaran dua permukaan boidang pada sebuah benda kerja. Sedangkan jangka kaki berfungsi sebagai mal atau untuk mengukur ukuran dalam, diantaranya diameter lubang, diameter dalam dari pipa, atau celah pada benda kerja. 19. Perhatikan gambar di bawah ini! Berapakah hasil ukuran yang ditunjukkan pada gambar di atas? Skala Utama 49,00 mm Skala Nonius 0,20 mm + Hasil pengukuran 49,20 20. Sebutkan bagian-bagian dari mikrometer! a. Anvil/ landasan dan spindle/ poros ukur berfungsi untuk menyentuh benda yang akan diukur. b. Lock clamp atau pengunci berfungsi mengunci spindle agar saat pengukuran skala tidak bergeser atau berubah. c. Outer sleeve dan inner sleeve merupakan skala utama yang berfungsi untuk membaca skala utama hasil perhitungan. d. Thrimble/skala nonius berfungsi untuk memutar spindle agar dapat meraplat dan merenggang serta membaca skala nonius. e. Ratchet stopper/gurat gerigi berfungsi sebagai peraba halus untuk menyakinkan bahwa spindle sudah menyentuh benda kerja 21. Bagaimana cara mengukur diameter lubang menggunakan telescoping gauge? a. Pilihlah telescoping gauge dengan kapasitas ukur tertentu sesuai dengan range dari komponen yang akan diukur. b. Masukan telescoping gauge ke dalam lubang dan kendurkan penguncinya sehingga poros ukur benar-benar menyentuh bidang yang diukur. c. Kuncilah gerakan poros ukur dengan cara memutar pengunci ke kanan sehingga poros ukur tidak dapat bergerak lagi. d. Keluarkan telescoping gauge yang sudah terkunci tersebut dari lubangnya. e. Ukuriah panjang poros ukur dengan mikrometer luar. Besamya diameter lubang sama dengan angka yang ditunjukkan pada mikrometer. 22. Apakah pengertian dari kestabilan nol? Kemampuan suatu alat ukur untuk kembali ke posisi awal nol, setelah melakukan pengukuran 23. Apakah fungsi dari pegas koil dalam dial indicator? Pegas koil berfungsi sebagai penekan batang bergigi hingga sensor selalu menekan ke bawah 24. Apakah yang dimaksud dengan mistar baja? Mistar baja adalah alat ukur yang terbuat dari baja tahan karat. 25. Sebutkan langkah-langkah mengukur/memeriksa roda gigi! a. Untuk memeriksa silindrisitas diameter roda gigi, gunakan dial test indicator. b. Pasang dial test indicator pada magnetic base atau dudukannya. c. Pasang mandrel pada lubang roda gigi. d. Simpan poros atau mandrel roda gigi pada tumpuan blok V. e. Tempatkan posisi dial test indicator pada salah satu profil gigi kemudian tepatkan skala ukuran dial pada angka nol. f. Putar roda gigi sampai 180° sehingga dial berada pada profil gigi kembali. g. Periksa jam ukur pada dial. h. Silindrisitas dan penyimpangannya akan terbaca pada jam ukur dari dial tersebut. i. Untuk pemeriksaan ulang silindrisitas pada bagian lainnya dilakukan sesuai langkah tersebut di atas. j. Pemeriksaan tersebut dilakukan terhadap diameter luar dan atau diameter dalam roda gigi. 26. Apa sajakah faktor yang memengaruhi hasil pengukuran benda ukur dengan menggunakan mistar geser? a. Faktor si pengukur. b. Benda yang diukur. c. Pengaruh lingkungan. d. Cara menggunakan alat ukur. 27. Sebutkan bagian-bagian vernier caliper a. Rahang pengukur diameter luar. b. Rahang pengukur diameter dalam. c. Pengukur kedalaman. d. Sfopper/baut pengunci. e. Skala utama main scale. f. Skala vernier vernier sca/e/nonius. 28. Menunjukkan ukuran berapa dial gauge di bawah ini? Posisi jarum panjang = 6 x 0,01 mm - 0,06 mm Posisi jarum pendek = 3 x 1 mm = 3,00 mm Jadi, hasil pengukurannya adalah 0,06 + 3,00 = 3,06 mm 29. Bagaimana prosedur penggunaan small hole gauge? a. Pilihlah small hole gauge dengan kapasitas ukur tertentu sesuai dengan range dari komponen yang akan diukur. b. Masukkan small hole gauge ke dalam lubang dan kendurkan penguncinya sehingga poros ukur benar-benar menyentuh bidang yang diukur. c. Kuncilah gerakan poros ukur dengan cara memutar pengunci ke kanan, sehingga poros ukur tidak dapat bergerak lagi. d. Keluarkan small hole gauge yang sudah terkunci tersebut dari lubangnya. e. Ukurlah panjang poros ukur dengan mikrometer diameter lubang sama dengan angka yang ditunjukkan pada mikrometer. 30. Sebutkan macam-macam mikrometer dan kegunaannya! a. Outside micrometer, digunakan untuk mengukur diameter luar. b. Inside micrometer mikrometer dalam digunakan untuk mengukur diameter dalam. c. Mikrometer kedalaman micrometer depth gauge , digunakan untuk mengukur kedalaman lubang. 31. Apa fungsi aiat batas toleransi pada dial gauge? Alat batas toleransi untuk melihat batas pergerakan jarum panjang ke arah kiri dan kanan, pada saat proses pengukuran benda kerja. 32. Sebutkan skala pada jangka sorong! Skala utama dan skala nonius. 33. Bagaimana cara menggunakan mikrometer? a. Membuka pengunci mikrometer sekrup kemudian membuka celah antara spindle dan anvil sedikit lebih besar dari benda yang akan diukur dengan cara memutar ratchet knob. b. Masukkan benda yang akan diukur di antara spindle dan anvil. c. Geserkan spindle ke arah benda dengan cara memutar ratchet knob sampai terdengar bunyi klik. Jangan sampai terlalu kuat, cukup sampai benda tidak jatuh saja. d. Kunci mikrometer sekrup agar spindle tidak bergerak.' e. Keluarkan benda dari mikrometer sekrup dan baca skalanya. 34. Jelaskan tentang mal radius! Mal radius umum diproduksi dalam bentuk set yang terdiri dari beberapa tingkat besaran radius misalnya R1 - 7 mm baik untuk pemeriksaan radius luar maupun radius dalam. Mal radius dibuat dari pelat baja perkakas. 35. Apa fungsi telescoping gauge? Telescoping gauge digunakan untuk mengukur diameter dalam komponen yang agak ke dalam. 36. Apakah fungsi dial caliper? Dial caliper berfungsi untuk mengukur lebar lubang atau celah. 37. Bagaimana cara mengukur baut dengan jarak uliran kecil? a. Ambil batang ulir yang akan diperiksa. b. Hitung sebanyak sepuluh jarak kisar. c. Ukur kesepuluh jarak kisar tersebut dengan jangka sorong satuan mm. d. Panjang hasil ukur dibagi dengan 10 jarak kisar menunjukkan jarak kisar ulir tersebut 38. Pada pengukuran dial gauge, jika jarum panjang pada skala besar bergerak sejauh 13 setrip dan jarum pendek Skala pada jarum panjang dibaca 13 x 0,01 mm = 0,13 mm skala pada jarum pendek dibaca 4 x 1 mm = 4 mm maka hasil pengukurannya adalah 0,06 mm + 3 mm = 4,13 mm 39. Berapakah ketelitian dial callipe Ketelitian dial calliper mencapai 0,025 mm 40. Sebutkan 10 ukuran kaliper yang terdapat dalam satu set feeler gauge! 0,05; 0,10; 0,15; 0,20; 0,30; 0,40; 0,50; 0,60; 0,70; dan 0,80 mm. 41. Mengapa ketika melakukan pengukuran celah menggunakan feeler gauge, tidak boleh mencoba untuk memaksakan kaliper yang terlalu sesak? Karena bisa menyebabkan kaliper bengkok dan mungkin akan terjadi perubahan bentuk yang tetap 10 MIA SMA Sub Materi 10 Peta Belajar Bersama Pengertian Pengukuran Definisi Pengukuran, Besaran dan Satuan Besaran Pokok dan Besaran Satuan Latihan 1 Latihan 2 Latihan 3 Latihan 4 Latihan 5 Jenis - jenis Pengukuran Pengukuran Berdasarkan Metode Pengukuran Pengukuran Berdasarkan Banyaknya Pengukuran Latihan 1 Latihan 2 Pengukuran Panjang Pengukuran Panjang dengan Mistar Pengukuran Panjang dengan Jangka Sorong Pengukuran Panjang dengan Mikrometer Sekrup Latihan 1 Latihan 2 Pengukuran Massa Benda dan Besaran Waktu Pengukuran Massa Benda Pengukuran Besaran Waktu Latihan 1 Latihan 2 Suhu dan Pengukurannya Suhu dan Alat Ukur Suhu Titik Tetap Skala Termometer Latihan 1 Latihan 2 Memperhatikan dan Menerapkan Keselamatan Kerja dalam Pengukuran Penyebab Kecelakaan di Laboratorium Bahaya yang Perlu Diantisipasi Latihan 1 Latihan 2 Ketelitian dan Ketepatan Pengukuran Ketelitian Akurasi dan Ketepatan Presisi Latihan 1 Latihan 2 Kesalahan dalam Pengukuran Kesalahan dalam Pengukuran Perhitungan Yang Melibatkan Kesalahan Hasil Pengukuran Latihan 1 Latihan 2 Latihan 3 Angka Penting Penggunaan Angka Penting Aturan Angka Penting Latihan 1 Latihan 2 Sobat, ini nih ada Peta Belajar Bersama Fisika untuk bab kedua. Yuk, mulai belajar bersama! Definisi Pengukuran, Besaran dan Satuan Sobat Pintar, Apasih Pengukuran Itu ? Dalam Fisika, Pengukuran didefinisikan sebagai berikut Pengukuran adalah kegiatan membandingkan nilai besaran yang diukur dengan besaran lain yang sejenis yang telah ditetapkan sebagai satuan. Misalnya, Sobat Pintar melakukan kegiatan pengukuran panjang meja dengan pensil. Dalam kegiatan tersebut artinya kalian membandingkan panjang meja dengan panjang pensil. Panjang pensil yang kamu gunakan adalah sebagai satuan. Sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan angka disebut besaran, sedangkan pembanding dalam suatu pengukuran disebut satuan. Satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang sama atau tetap untuk semua orang disebut satuan baku, sedangkan satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang tidak sama untuk orang yang berlainan disebut satuan tidak baku. Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Pengukuran Berdasarkan Metode Pengukuran Sobat pintar, dalam melakukan pengukuran, bisa dilakukan sekali ataupun berulang kali. Berdasarkan metode pengukuran, jenis pengukuran dibedakan menjadi 2 yaitu Pengukuran Langsung Pengukuran langsung adalah proses pengukuran dengan memakai alat ukur langsung dimana hasil pengukuran langsung terbaca pada alat ukur tersebut. Contohnya ketika kita mengukur panjang buku dengan mistar, berarti kita melakukan pengukuran langsung karena hasil pengukuran panjang buku terbaca langsung pada skala mistar tersebut. Pengukuran Tidak Langsung Pengukuran tidak langsung adalah proses pengukuran suatu besaran dengan cara mengukur besaran lain. Pada pengukuran tidak langsung, digunakan beberapa jenis alat ukur, dan hasil pengukuran nantinya merupakan hasil operasi bisa pembagian/perkalian dari hasil pengukuran alat-alat ukur tersebut. Contohnya untuk mengukur kecepatan gerak suatu benda, maka besaran-besaran yang harus kita ukur adalah panjang dan waktu v = s/t. Jadi alat ukur yang digunakan adalah alat ukur panjang seperti penggaris/rollmeterdan alat ukur waktu seperti stopwatch. Dan hasil pengukuran nantinya dalah hasil pengukuran penggaris/rollmeter dibagi hasil pengukuran stopwatch. Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Pengukuran Panjang dengan Mistar Sobat pintar, untuk melakukan pengukuran diperlukan alat-alat ukur. Nah terdapat beberapa tiga alat ukur besaran pokok yaitu panjang, massa dan waktu. Nah pada modul ini, kita akan belajar terkait pengukuran panjang. Pengukuran Menggunakan Mistar Taukah Sobat Pintar jika alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang benda haruslah sesuai dengan ukuran benda? Misalnya saja, untuk mengukur lebar buku kita gunakan pengaris. Penggaris atau mistar memiliki berbagai macam jenis, seperti penggaris yang berbentuk lurus, penggaris siku berbentuk segitiga yang terbuat dari plastik atau logam, mistar tukang kayu yang berbentuk roll, dan penggaris berbentuk pita meteran pita. Mistar mempunyai batas ukur sampai 1 meter, sedangkan meteran pita dapat mengukur panjang sampai 3 meter. Mistar memiliki ketelitian 1 mm atau 0,1 cm. Yuk Sobat kita simak cara membaca skala mistar dibawah ini... Posisi mata harus melihat tegak lurus terhadap skala ketika membaca skala mistar. Hal ini untuk menghindari kesalahan pembacaan hasil pengukuran akibat beda sudut kemiringan dalam melihat atau disebut dengan kesalahan paralaks. Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Pengukuran Massa Benda Sobat pintar, kalian tentu sudah tidak asing lagi dengan pengukur massa. Kalian pasti pernah menimbang berat suatu benda dengan menggunakan alat pengukur bukan? Nah, alat pengukur itu dikenal dengan nama neraca. Namun beberapa neraca yang digunakan sering dinamakan timbangan. Timbangan digunakan untuk mengukur massa benda. Prinsip kerjanya adalah keseimbangan kedua lengan, yaitu keseimbangan antara massa benda yang diukur dengan anak timbangan yang digunakan. Dalam dunia pendidikan sering digunakan neraca O’Hauss tiga lengan atau dua lengan. Perhatikan beberapa alat ukur berat berikut ini. Bagian-bagian dari neraca O’Hauss tiga lengan adalah sebagai berikut • Lengan depan memiliki skala 0—10 g, dengan tiap skala bernilai 1 g. • Lengan tengah memiliki skala 0—500 g, tiap skala sebesar 100 g. • Lengan belakang memiliki skala 10—100 g, tiap skala 10 g. Cara Membaca Neraca O'hauss Sobat pintar, adapun langkah-langkah menggunakan neraca ohaus tiga lengan adalah sebagai berikut. Posisikan skala neraca pada posisi nol dengan menggeser pemberat anting pada lengan depan, tengah, dan belakang ke sisi kiri dan dan putar tombol kalibrasi sampai garis kesetimbangan mengarah pada angka nol. Periksa bahwa neraca pada posisi setimbang. Letakkan benda yang akan diukur massanya di tempat yang tersedia pada neraca tempat beban. Geser ketiga pemberat diurutkan dari pemberat yang paling besar ke yang terkecil yaitu dimulai dari lengan yang menunjukkan skala ratusan, puluhan, dan satuan sehingga tercapai keadaan setimbang. Bacalah massa benda dengan menjumlahkan nilai yang ditunjukkan oleh skala ratusan, puluhan, dan satuan atau sepersepuluhan. Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Suhu dan Alat Ukur Suhu Apasih Suhu itu? Suhu adalah ukuran derajat panas dan dingin suatu benda tersebut dinyatakan dengan besaran suhu. Jadi, suhu adalah suatu besaran untuk menyatakan ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda. Suhu termasuk besaran pokok. Alat untuk untuk mengukur besarnya suhu suatu benda adalah termometer. Termometer yang umum digunakan adalah termometer zat cair dengan pengisi pipa kapilernya adalah raksa atau alkohol. Kenapa harus raksa? Pertimbangan dipilihnya raksa sebagai pengisi pipa kapiler termometer adalah sebagai berikut a. raksa tidak membasahi dinding kaca, b. raksa merupakan penghantar panas yang baik, c. kalor jenis raksa rendah akibatnya dengan perubahan panas yang kecil cukup dapat mengubah suhunya, d. jangkauan ukur raksa lebar karena titik bekunya -39 ºC dan titik didihnya 357ºC. Pengukuran suhu yang sangat rendah biasanya menggunakan termometer alkohol. Alkohol memiliki titik beku yang sangat rendah, yaitu -114ºC. Namun demikian, termometer alkohol tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu benda yang tinggi sebab titik didihnya hanya 78ºC. Pada pembuatan termometer terlebih dahulu ditetapkan titik tetap atas dan titik tetap bawah. Titik tetap termometer tersebut diukur pada tekanan 1 atmosfer. Di antara kedua titik tetap tersebut dibuat skala suhu. Penetapan titik tetap bawah adalah suhu ketika es melebur dan penetapan titik tetap atas adalah suhu saat air mendidih. Oke Sobat, berikutnya akan kita bahas penetapan titik tetap pada skala termometer... Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Penyebab Kecelakaan di Laboratorium Belajar fisika tidak dapat dipisahkan dari kegiatan laboratorium. Dalam melaksanakan percobaan dan kegiatan di laboratorium mungkin saja terjadi kecelakaan. Oleh karena itu, penting sekali untuk menjaga keselamatan dalam bekerja. Salah satu usaha menjaga keselamatan kerja dan mencegah terjadinya kecelakaan adalah dengan memperhatikan dan melaksanakan tata tertib di laboratorium. Taukah Sobat Pintar mengapa kecelakaan dapat terjadi? Kecelakaan di laboratorium dapat terjadi disebabkan beberapa hal, antara lain a. tidak mematuhi tata tertib laboratorium, b. tidak bersikap baik dalam melaksanakan kegiatan laboratorium, c. kurangnya pemahaman dan pengetahuan terhadap alat, bahan, serta cara penggunaannya, d. kurangnya penjelasan dari guru atau tenaga laboratorium, dan e. tidak menggunakan alat pelindung. Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Ketelitian Akurasi dan Ketepatan Presisi Sobat pintar, dalam melakukan pengukuran penting bagi kita untuk mengetahui perbedaan ketelitian akurasi dan ketepatan presisi. Kedua hal ini memiliki arti yang berbeda, loh. Akurasi adalah “keadaan benar” sedangkan presisi adalah “keadaan pasti”. Ketelitian Ketelitian adalah derajat kedekatan hasil pengukuran yang diperoleh dari pengukuran berulang Contoh Fahmi dan Haris mengukur panjang buku menggunakan penggaris. Hasil yang diperoleh Fahmi adalah 4,7 cm; 4,5 cm; 4,8 cm; 4,6 cm dan 4,4 cm. Hasil yang diperoleh Haris adalah 4,7 cm; 4,5 cm; 4,8 cm; 3,6 cm dan 4,4 cm. Dengan data yang diperoleh tersebut maka pengukuran yang teliti adalah yang dilakukan Fahmi, karena hubungan pengukuran yang diperoleh memiliki hasil yang relatif sama. Ketepatan Ketepatan adalah derajat kedekatan hasil pengukuran terhadap hasil pengukuran sebelumnya. Contoh Massa jenis air pada keadaan normal adalah 1000 kg/m3. Dalam pengukuran massa jenis air, Fami mendapatkan hasil 1004 kg/m3 dan Haris mendapatkan hasil 999 kg/m3. Maka pengukuran yang lebih tepat adalah pengukuran yang dilakukan oleh Haris karena memiliki hasil yang lebih dekat daripada pengukuran yang dilakukan oleh Fahmi. Jadi, saat melakukan pengukuran, dua hal ini selalu diperhitungkan, loh sobat pintar! Karena jika hasil pengukuran presisi tetapi tidak akurat, makan hasilnya tidak cocok dengan yang diperkirakan. Jika hasil pengukuran akurat tetapi tidak presisi, makan ada keberagaman yang besar pada pengukuran. Dan akhirnya, jika pengukuran aktual tidak akurat maupun presisi, makan hasil nya akan kurang tepat dan pasti pada waktu yang bersamaan. Untuk lebih jelas nya nih, coba perhtikan gambar berikut ini ya Sobat! Pada gambar a, menunjukkan bahwa hasil tersebut tidak presisi dan tidak akurat. Pada gambar b menunjukkan hasil yang presisi dan akurat sedangkan pada gambar c menunjukkan bahwa hasil tersebut presisi namun tidak akurat. Nah sudah paham kan sobat? Jadi, saat melakukan pengukuran, dua hal ini selalu diperhitungkan, loh sobat pintar! Karena jika hasil pengukuran presisi tetapi tidak akurat, makan hasilnya tidak cocok dengan yang diperkirakan. Jika hasil pengukuran akurat tetapi tidak presisi, makan ada keberagaman yang besar pada pengukuran. Dan akhirnya, jika pengukuran aktual tidak akurat maupun presisi, makan hasil nya akan kurang tepat dan pasti pada waktu yang bersamaan Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Kesalahan dalam Pengukuran Sobat pintar, pada gambar tersebut, diperoleh hasil pengukuran yang tidak presisi dan tidak akurat. Mengapa hal ini dapat terjadi ? Hal ini dapat terjadi karena adanya kesalahan. Nah Sobat, untuk memperoleh nilai pengukuran yang mendekati nilai sebenarnya, pengukuran haruslah dilakukan berulang-ulang. Setiap pengulangan pengukuran biasanya menghasilkan nilai yang berbeda. Nah, perbedaan nilai pengukuran ini disebut kesalahan. Kesalahan dalam suatu percobaan dapat dibagi dua golongan, yaitu kesalahan sistem dan kesalahan pengamat. Untuk lebih lengkapnya simak penjelasan berikut ini ya Sobat! Kesalahan Sistem Kesalahan sistem bersumber pada alat pengukur/alat praktikum, sehingga seringkali dinamakan kesalahan konstan. Kesalahan sistem dapat terjadi karena Kesalahan kalibrasi. Cara memberi nilai skala pada saat pembuatan alat tidak tepat, sehingga setiap kali alat digunakan ada suatu ketidakpastian pada hasil pengukurannya. Kesalahan ini dapat diketahui dengan cara membandingkan alat yang salah tersebut dengan alat baku. Kesalahan titik nol. Artinya jarum penunjuk skala tidak tepat berada di titik nol alat ukur. Kelelahan komponen alat ukur. Kesalahan ini misalnya terjadi pada pegas. Pegas yang sering dipakai lama-kelamaan akan melar sehingga dapat mempengaruhi gerak jarum penunjuk skala. Kondisi lingkungan kerja. Lingkungan kerja seperti suhu, tekanan, kelembaban dan perubahan tegangan listrik berpengaruh terhadap ketepatan pengukuran. Kesalahan Pengamat Kesalahan pengamat bersumber pada pengamat, Kesalahan pengamat dapat terjadi karena Kesalahan paralak. Kesalahan ini timbul apabila saat membaca skala posisi pengamat tidak tegak lurus dengan jarum penunjuk skala. Kesalahan penafsiran. Kesalahan ini terjadi karena salah tafsir terhadap bagian skala alat ukur. Pada peralatan yang rumit operasinya, pengamat harus memahami cara penggunaan alat dengan baik sebelum melakukan percobaan sehingga tidak terjadi kesalahan pengukuran. Selain itu terdapat faktor yang juga meengaruhi kesalahan dalam pengukuran diantaranya biasanya, suatu pengukuran dilakukan di lingkungan yang tidak dapat dikontrol. Efek suhu, tekanan atmosfer, angin, gravitasi bumi pada alat ukur juga dapat menimbulkan kesalahan-kesalahan pada hasil pengukuran. Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Penggunaan Angka Penting Menurut sobat pintar, angka penting itu apa sih? Nah, angka penting merupakan angka hasil pengukuran. Pada angka penting terdapat angka pasti dan angka taksiran. Jadi gini sobat pintar, dalam setiap pengukuran selalu diikuti dengan angka ketidakpastian. Angka ketidakpastian ini ditentukan oleh skala alat ukur yang kemudian disebut angka taksiran. Untuk menyatakan dan menuliskan angka penting ada beberapa aturan yang berlaku diantaranya; Semua angka bukan nol adalah angka penting, kecuali ada tanda kusus. Contoh 12345 memiliki 5 angka penting 12,32 memiliki 4 angka penting 14, 24 memiliki 4 angka penting Angka nol yang terletak diantara angka bukan nol adalah angka penting. Contoh 108,07 memiliki 5 angka penting 2009 memiliki 4 angka penting Angka nol yang terletak dibelakang angka bukan nol bukan angka penting kecuali jika diberi tanda. Contoh 3600 memiliki 2 angka penting Angka nol yang terletak didepan angka bukan nol dalam desimal bukan merupakan angka penting. Contoh 0,00023 memiliki 2 angka penting 0,0210 memiliki 3 angka penting Angka nol dibelakang angka bukan nol dalam desimal merupakan angka penting. Contoh 0,050 memiliki 2 angka penting 1,350 memiliki 4 angka penting Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar Download GRATIS Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga! Materi Fisika SMA - 10 MIA Lainnya Dalam materi pengukuran ini, akan ada beberapa yang dibahas yakni konsep besaran besaran pokok, besaran turunan, konsep satuan, konsep dimensi, aturan angka penting, konsep notasi ilmiah, dan konsep pengukuran. Pengukuran ini berguna untuk menghitung benda apapun. Yuk, simak lebih lengkapnya di bawah ini. Hai Quipperian, di tahun ajaran baru ini, Quipperian masih tetap semangat belajar, kan? Bagi Quipperian yang baru menginjak kelas 10, bisa ngintip Quipper Blog, nih! Kali ini, Quipper Blog akan membahas tentang Pengukuran. Pernahkah Quipperian mendengar istilah satu jengkal, satu hasta, atau satu kaki? Istilah satu jengkal, satu hasta, dan satu kaki merupakan istilah yang sering digunakan oleh masyarakat zaman dahulu untuk mengukur panjang suatu benda. Jika diperhatikan, penggunaan alat ukur tersebut kurang efektif ya, mengingat ukuran jengkal, hasta, maupun kaki setiap individu berbeda-beda. Oleh karena itu, para ilmuwan Fisika mulai membuat suatu alat ukur yang baku, misalnya penggaris, meteran, jangka sorong, dan sebagainya. Alat-alat ukur tersebut digunakan untuk mengukur suatu besaran, contohnya panjang. Nah, membahas masalah alat ukur dan besaran, tidak terlepas dari pembahasan kali ini, yaitu tentang pengukuran. Ingin tahu lebih lanjut tentang pengukuran? Check this out! Konsep Besaran Apakah yang dimaksud besaran? Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur, dihitung, dan dinyatakan dengan angka. Ternyata, besaran dibagi menjadi dua, lho. Apa saja itu? 1. Besaran pokok Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditentukan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran-besaran lain. Terdapat tujuh macam besaran pokok, yaitu panjang, massa, waktu, kuat arus listrik, suhu, intensitas cahaya, dan jumlah zat. Ingin tahu lebih lengkapnya, simak tabel berikut ini. Untuk memudahkan Quipperian dalam mengingat ketujuh besaran pokok tersebut, Quipper Blog punya cara SUPER-nya alias “Solusi Quipper”. 2. Besaran turunan Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Artinya, untuk menentukan besaran ini, Quipperian harus menggunakan rumus-rumus tertentu yang memuat besaran-besaran pokok. Contoh besaran turunan adalah luas, volume, kecepatan, gaya, usaha, energi, tekanan, percepatan, dan sebagainya. Konsep Satuan Jika sebelumnya Quipperian sudah belajar tentang besaran, kali ini Quipper Blog akan mengajak untuk belajar satuan. Apa itu satuan? Satuan adalah acuan atau pembanding suatu besaran. Satuan terdiri dari dua macam, yaitu satuan MKS meter-kilogram-sekon dan satuan CGS centimeter-gram-sekon. Satuan besaran pokok yang meliputi, meter, kilogram, sekon, kelvin, ampere, candela, dan mol ditetapkan sebagai sistem Satuan Internasional SI. Saat menemukan besaran dengan nilai yang terlalu besar atau terlalu kecil, misalnya 0,0000001 atau Quipperian bisa mengubahnya menjadi faktor pengali seperti pada tabel berikut. Konsep Dimensi Dimensi adalah bentuk penulisan suatu besaran menggunakan lambang besaran-besaran pokok. Penulisan lambang besaran pokok tersebut diapit oleh kurung siku, contohnya sebagai berikut. 1. Kecepatan 2. Percepatan Lalu, apa manfaat dituliskannya dimensi besaran? Untuk mengungkapkan adanya kesetaraan besaran, misalnya gaya gesek memiliki persamaan dimensi dengan gaya berat, usaha memiliki persamaan dimensi dengan energi, dan sebagainya. Untuk menetapkan bahwa suatu persamaan tepat atau tidak. Berikut ini tabel lambang dimensi untuk besaran-besaran pokok dan turunan. Aturan Angka Penting Selanjutnya, Quipperian akan belajar tentang pengertian angka penting dan aturan yang berlaku di dalamnya. 1. Pengertian angka penting Angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran, meliputi angka pasti dan angka taksiran. Penulisan angka penting menunjukkan ketelitian suatu hasil pengukuran. 2. Aturan angka penting Dalam menulis angka penting, terdapat beberapa aturan yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut. Semua angka bukan nol merupakan angka penting, contohnya 2,34 memiliki tiga angka penting, 65,765 memiliki lima angka penting. Semua angka nol yang terletak di antara angka bukan nol merupakan angka penting, contohnya 3,009 memiliki empat angka penting, 70,6 memiliki tiga angka penting. Angka nol yang terletak di sebelah kanan angka bukan nol merupakan angka penting, contohnya memiliki empat angka penting, 1,230 memiliki empat angka penting. Angka nol yang terletak di sebelah kiri angka bukan nol, baik di kiri maupun di kanan koma bukan termasuk angka penting, contohnya 0,1 memiliki satu angka penting, 0,005 memiliki 1 angka penting, 0,0567 memiliki tiga angka penting. Semua angka sebelum faktor pengali pada notasi ilmiah merupakan angka penting. 3. Operasi angka penting a. Operasi penjumlahan dan pengurangan Tidak ada aturan khusus pada operasi penjumlahan dan pengurangan, hanya saja pembulatan untuk bilangan desimal mengikuti angka taksiran paling sedikit. Contohnya adalah sebagai berikut. Untuk pembulatan, jika angka terakhir lebih besar dari lima, bulatkan ke atas. Jika angka terakhir lebih kecil dari lima, bulatkan ke bawah. Jika tepat lima, lihat angka sebelumnya, misal angka sebelumnya ganjil bulatkan ke atas dan sebaliknya. Contoh b. Operasi perkalian dan pembagian Jika menggunakan aturan angka penting, hasil perkalian antara dua bilangan atau lebih menghasilkan bilangan yang jumlah angka pentingnya sama dengan angka penting paling sedikit. Contohnya sebagai berikut. Konsep Notasi Ilmiah Jika Quipperian dihadapkan pada bilangan ratusan, ribuan, ratusan ribu, mungkin masih mudah untuk dimengerti nama bilangannya, ya. Bagaimana jika dihadapkan pada bilangan seperti 0,00000000000023 atau Sungguh bilangan yang sulit untuk ditentukan jumlahnya secara langsung. Hal yang harus dipahami bahwa di dalam Fisika, besaran-besaran hasil pengukuran tidak hanya berupa puluhan, ribuan, atau ratusan ribu, tetapi juga skala makro dan mikro, contohnya saja massa Bumi atau massa elektron. Untuk menulis massa elektron yang tidak terlihat oleh mata telanjang tentulah sangat sulit karena ukurannya sangat kecil. Oleh karena itu, dibentuklah suatu notasi yang disebut notasi ilmiah. Notasi ilmiah ini bisa mempermudah Quipperian dalam menentukan suatu nilai besaran yang terlalu besar atau terlalu kecil. Penulisannya adalah sebagai berikut. Keterangan a = bilangan satuan, besarnya antara 1-10 dan boleh berupa desimal; dan n = ordo atau pangkat. Contoh soal tentang notasi ilmiah adalah sebagai berikut. 1 Tentukan bilangan dalam bentuk notasi ilmiah! 2 Tentukan bilangan 0,000000087 dalam bentuk notasi ilmiah! Konsep Pengukuran Pengukuran merupakan proses membandingkan suatu besaran yang diukur menggunakan besaran lain yang sudah ditentukan skala dan satuannya. Hasil pengukuran tunggal biasa ditulis sebagai berikut. Keterangan x = nilai besaran yang diukur; xo = hasil pengukuran yang terbaca; dan x = ketidakpastian pengukuran = 1/2 skala terkecil alat ukur. Berikut ini merupakan contoh pengukuran beberapa besaran di dalam Fisika. 1. Pengukuran panjang Panjang merupakan salah satu besaran pokok yang dapat diukur menggunakan mistar, jangka sorong, atau mikrometer sekrup. Berikut ini contoh pengukurannya. a. Mistar Mistar atau biasa disebut penggaris memiliki skala terkecil 1 mm, sehingga ketelitian mistar 0,5 mm atau 0,05 cm. perhatikan contoh berikut. Hasil pengukurannya = 3,1 – 0,3 = 2,8 cm Penulisan hasil ukur = 2,8 ± 0,05 cm b. Jangka sorong Jangka sorong memiliki 0,1 mm atau 0,01 cm. Dengan demikian, jangka sorong memiliki ketelitian lebih baik daripada mistar. Perhatikan contoh berikut. Berdasarkan gambar di atas Skala utama = 0,3 m Skala nonius = 3 × 0,01 = 0,03 cm Hasil pembacaan alat = skala utama + skala nonius = 0,3 + 0,03 = 0,33 cm c. Mikrometer sekrup Mikrometer sekrup memiliki ketelitian lebih baik daripada dua alat sebelumnya, yaitu 0,01 mm. Alat ini bisa digunakan untuk mengukur diameter kawat, ketebalan kertas, dan benda-benda kecil lainya. Perhatikan contoh berikut. Skala utama = 3,5 mm Skala nonius = 12 × 0,01 = 0,12 mm Hasil pembacaan alat = skala utama + skala nonius = 3,5 + 0,12 = 3,62 mm 2. Pengukuran massa Massa merupakan salah satu besaran pokok yang bisa diukur menggunakan timbangan atau neraca. Neraca yang biasa digunakan pada skala laboratorium adalah neraca O’Hauss tiga lengan. Neraca tersebut memiliki tiga lengan dengan rincian sebagai berikut. Lengan belakang memiliki skala 0 – 500 gram. Lengan tengah memiliki skala 0 – 100 gram. Lengan depan memiliki skala 0 – 10 gram. Perhatikan contoh berikut. Hasil pengukuran massa di atas adalah 400 gram + 70 gram + 9,4 gram = 479,4 gram. 3. Pengukuran arus dan tegangan listrik Alat untuk mengukur arus listrik disebut amperemeter, sedangkan untuk mengukur tegangan listrik disebut voltmeter. Adapun contoh gambar alatnya adalah sebagai berikut. Hasil pengukuran amperemeter di atas adalah sebagai berikut. 4. Pengukuran volume benda tak beraturan Untuk benda yang bentuknya tidak beraturan, Quipperian bisa menggunakan gelas ukur yang diisi oleh benda yang akan diukur volumenya. Pertambahan volume pada gelas ukur menunjukkan volume benda tersebut. Perhatikan contoh berikut. Volume logam di atas adalah 5. Pengukuran waktu Alat yang biasa digunakan untuk mengukur waktu adalah stopwatch. Perhatikan contoh berikut. Hasil pengukuran waktu menggunakan stopwatch di atas adalah 2 menit + 12 sekon. Bagaimana Quipperian, sudah paham kan dengan materi pengukuran? Ternyata, pengukuran dekat dengan kehidupan sehari-hari ya, misalnya saat Quipperian ingin mengukur tinggi badan, menimbang beras, menghitung lamanya waktu air mendidih, dan masih banyak lagi. Itulah sebabnya, belajar Fisika mudah dan menyenangkan karena Fisika dekat dengan kehidupan. Untuk meningkatkan pemahaman Quipperian tentang pengukuran, simak contoh soal berikut ini. Contoh Soal Andi akan mengukur volume sebuah kelereng. Setelah diukur, diameter kelereng Andi ditunjukkan oleh gambar berikut. Berdasarkan aturan angka penting, tentukan volume kelereng Andi! Pembahasan Pertama, Quipperian harus mencari panjang diameter kelereng yang telah tertulis di mikrometer sekrup berikut. Selanjutnya, gunakan persamaan volume bola. Berdasarkan aturan angka penting, hasil perkalian harus memiliki bilangan sebanyak bilangan angka penting paling sedikit. Jika diuraikan kembali, perkalian volume di atas memiliki angka penting penting paling sedikit berjumlah 3, yaitu 1,33 3AP dan 3,14 3 AP. Oleh karena itu, hasil perkaliannya harus memiliki angka penting berjumlah 3. Jadi, berdasarkan aturan angka penting, volume kelereng Andi adalah 204 mm3. Ingin mengerjakan latihan soal lebih banyak lagi? Silakan gabung dengan Quipper Video. Bersama Quipper Video, Quipperian bisa berlatih ribuan soal beserta pembahasannya kapanpun dan dimanapun. Salam Quipper! Penulis Eka Viandari

berikut ini yang termasuk kegiatan pengukuran adalah